Tips Biar gak Bosen Saat di Dalam Lift

10/23/2011 1 comment

Mungkin teman2 pernah naek lift sampe ke lt.150….bosen jg kali ya kalo uda selama itu….jadi mgk tips berikut ini bisa membantu :

1. Ketika anda hanya berdua dengan orang tak dikenal, colek bahunya! Kemudian anda pura-pura
melihat ke tempat lain..
2. Tekan tombol lift kemudian anda pura-pura kesetrum. Tersenyumlah, lalu….. ulangi lagi.
3. Pasanglah muka menyeringai kesakitan sambil memegangi kepala anda dan mengumpat:
Diam, semuanya diam!.
4. Gunakan HP anda untuk telpon ke Psikolog sambil bertanya apakah dia tahu di lantai berapa
anda sekarang ?
5. Bawalah kamera dan ambillah gambar semua orang yang ada di dalam lift.
6. Pindahkan meja kerja anda ke dalam lift. Jika ada yang masuk, tanyakan apakah mereka sudah
membuat janji?
7. Bentangkan papan catur di lantai lift dan ajaklah orang-orang, barangkali ada yang mau main.
8. Letakkan sebuah bungkusan di pojok, jika ada yang masuk, tanyakan apakah mereka
mendengar suara tik…tik…tik…
9. Anda pura-pura jadi pramugari! Tunjukkan prosedur keselamatan penerbangan seperti di dalam
pesawat terbang.
10. Ketika pintu menutup, beri pengumuman kepada orang-orang. Tenang, jangan panik, nanti
pasti terbuka lagi koq!.
11. Bukalah tas anda, sambil melihat ke dalam tas, tanyalah: Udaranya cukup nggak disitu?
12. Diam dan jangan bergerak sama sekali di pojok lift, menghadap dinding, jangan pernah
keluar.
13. Bawalah wayang golek atau wayang kulit, gunakan wayang itu untuk ngobrol dengan orang
di dekat anda.
14. Dengarkan suara di dinding lift dengan stetoskop.
15. Buatlah garis di lantai sekeliling anda menggunakan kapur, lalu bilang: Ini adalah wilayah SAYA

Categories: Artikel, Jokes

ini nih tempat gw kerja bro,,sis,,om ,tante,,

01/04/2011 1 comment

teman2…skalian di sundul yaa..kalo mau maen2 ksini..

http://www.kaskus.us/showthread.php?p=342304871&posted=1#post342304871

sdikit preview..gw kerja di EPC bro…kontraktor2 gituu deh…hehehe

pengendara motor di indonesia

08/29/2010 1 comment

1. Nyetir satu tangan sambil tangan lainnya megang HP, bisa lagi nelpon atau malahan lebih gilanya sms-an.

2. Males ngerem alias gak mau berhenti turun kaki, jadinya celah jalan yang pas2an atau malah yang gak cukup tetep aja di paksa lewatin, lebih gila lagi trotoar aja di pake.

3. Kalo di setopan lampu merah banyak yang brenti tapi lewatin garis putih zebra cross, bikin orang yang mau nyebrang jalan kesusahan, kalo ditegur malah nyolot.

4. Kalo keserempet mobil, gak liat sapa yang salah dah duluan aja nyalahin orang yang nyetir mobil itu, mentang2 kalo naek sepeda motor merasa selalu bener, eeq lah tuh orang.

5. Kalo nabrak atau nyenggol orang, mobil lain atau sesama sepeda motor dan dia merasa salah, pasti langsung kabur gak bertanggung jawab, sambil keluarin ilmu dari Rossi-nya, disumpahin orang baru tau rasa.

6. Modif kenalpot bunyi keras banget tapi jalan nya kek kura2, bikin pusing orang yang denger aja, dah bagus gak ditimpukin batu sama orang.

7. Pada males bawa jas hujan, dah tau musim hujan, jadinya di bawah jembatan fly-over yang jalannya punya 4 lajur aja disikat 3 lajur buat ngetem berteduh, dah itu sambil senyum2 ngerokok lagi ngeliatin mobil2 yang lewat kesusahan gara2 macet sampe 1 km di belakangnya, tega banget deh, emang gak ada otak buat mikir efisiensi BBM, dia kira tuh jalan cuman punya moyangnya pengendara sepeda motor kali ya?

8. Kalo markir kendaraan sepeda motor gak bisa rapi, tempat parkir mobil aja diembat buat markir sepeda motor mereka, padahal bayar aja dah lebih murah jauh, eh malah ada yang kagak bayar lagi.

9. Banyak banget yang gak punya lampu depan atau lampu blakang (lampu rem), padahal dah ada aturan mesti nyalain lampu siang maupun malam selama berkendara, boro2 siang nyalain lampu, malam aja sering kagak nyalain lampu, bikin orang laen jantungan aja apalagi kalo jalannya udah gelap gulita, susah emang kalo otak setan.

10. Kalo mau belok ke kanan atau kiri sering gak pake lampu riting, ehhh malah kepala nya yang miring2 ke kanan kiri, heran gua susah amat geserin tombol lampu riting, emangnya kalo gerakin kepala orang di belakang pasti udah tau lu mau belok?

:lol:

parah emangg….

Categories: Artikel, Jokes Tags:

tak ada kesempatan kedua

08/29/2010 2 comments

Kadang kenyataan

Tak selalu seindah puisi klasik, romantisme, cinta, dan khayalan …

Atau senandung lagu ….

Kadang memang kenyataan selalu menunjukkan kebalikan

Dari yang kita inginkan

Namun kita tak pernah menyadari

Itulah yang kita butuhkan  ….

Dan tak akan pernah ada kesempatan manis

Seperti yang sering kali terangkai indah dalam sinetron

Maupun dan ataupun drama klasik cinderella

”Andai saja

Kau masih punya kesempatan kedua

Akankah kau hapuskan lukaku

Menjagaku

Memberiku

Segenap cinta

?

Dan tlah kau bawa

Bersamamu

Sebelah hatiku …

Separuh jiwaku

Segenap cintaku …”

Dan akankah Tuhan memberikan

kesempatan kembali

Pada mereka yang tak mengambil kesempatan yang diberi?

Dan kala kau menyadari

Bahwa kau diberikan waktu untuk memilih

Sebelum akhirnya Tuhan mengajakmu menelusuri masa depan

Di ajaknya kau melihat ke belakang

Hingga langkah hari ini …

Menyusuri

Meraba hatimu

Sudah utuhkah sepotong hatimu kau bawa kembali

Hingga tak perlu langkah itu kembali

Mundur ke belakang

Agar cintamu bertahan …

Dan tulus terpendam …

Dan kau bisa menjadikan

Senyawa yang terbentuk membuat mimpimu menjadi kenyataan …

Putuskan yang terbaik

Pilihkan yang tepat

Karena kala Tuhan memberikanmu kesempatan

Mungkinkah akan ada kesempatan kedua yang lebih baik?

Akan selalu ada yang terbaik

Tapi tak akan pernah ada yang lebih baik!

cara download dari digilib petra

06/06/2010 7 comments

Bbrp hari ini gw sangat2 butuh skali bbrp skripsi dari digilib petra buat bahan penelitian di kantor gw..tapi binun jg gk bisa didonlot..cuma bisa di baca online…pelit ya petra..gk kaya digilib Ui yg bisa lgsg di donlot gratis tis tis tanpa username…hehe :p

yah stelah gw utak atik..cari2 di goggle tetep gk ktemu..alhirnya terpikir juga cara lama..cara yg biasa gw gunakan buat donlot komik di onemanga…hohoho…

buat yg belum tau caranya..mudah2an sedikit tips dr gw membantu..

yang kalian butuhkan disini adalah super software bernama IDM :lol:

kalo IDM nya udah siap…skrg coba buka halaman skripsi di petra yg mau kalian donlot..klik kanan..dan copy image location

ex : http://digilib.petra.ac.id/img-rep//jiunkpe/s1/tmi/2008/jiunkpe-ns-s1-2008-25404106-10507-duplex-chapter1_3_high.jpg

nah..skrg buka IDM nya..masuk ke menu tasks-add batch download

url yg kita copy tadi akan otomatis terbaca di address..nah skrg…ganti angka ’3′ di url diatas dengan asterix(*)..angka ’3′ itu menandakan bahwa kita ada di halamn 3 dari skripsi nya..

di from..masukkan angka 1, sampai jumlah halaman yg mau kita download..misal 20 halaman..bikin from 1-20

wildcard size ganti jadi 02 jika kita akan mendonlot halaman dengan jumlah 2 digit (kasus disini 20 halaman yg td)

kemudian tinggal ok-dan ok lagi..skrg file2nya akan muncul di list IDM nya..tinggal diblock smua..trus klik kanan dan resume…

oke..mudah2an ngerti ya ama tulisan gw…

slamat mencoba..pegel jari gw..dah lama gk ngetik..hahaha :lol:

Jangan sia2kan ibumu…….

04/21/2010 4 comments

Jangan sia2kan ibumu…….

(boleh ngopi lg..buat pencerahan :lol: )

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do’a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang baik dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.

Hikmah Kematian

04/21/2010 1 comment

Assalamu’alaykum Wa rahmatullahi Wa barakaatuh,

boleh ngopi dari intranet kantor gw..hhihihi..smoga ada hikmahnya

Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:

1. Keluarga

2. Hartanya

3. Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;

1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali

2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad…Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan..,

~ Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan  Dunia,  Atau  Dunia Yang Meninggalkanmu

~ Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang   telah Menumpukmu

~ Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu

~ Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan…,

~ Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah

~ Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara

~ Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari   Seribu Bahasa

~ Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak  Bersuara”

Ketika Mayat Siap Dikafan…Suara Dari Langit Terdengar Memekik, Wahai Fulan Anak Si Fulan

~ Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha

~ Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah

Wahai Fulan Anak Si Fulan…, Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal, Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.”

Ketika Mayat Diusung…. Terdengar Dari Langit Suara Memekik, Wahai Fulan Anak Si Fulan..

~ Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan

~ Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat

~ Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.”

Ketika Mayat Siap Dishalatkan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, Wahai Fulan Anak Si Fulan.., Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat

~ Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik

~ Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.”

Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat….terdengar Suara Memekik Dari Langit, Wahai Fulan Anak Si Fulan…

~ Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk   Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini

Wahai Fulan Anak Si Fulan…

~ Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis

~ Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka

~ Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.”

Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian….Allah Berkata Kepadanya, Wahai Hamba-Ku…..

Kini Kau Tinggal Seorang Diri Tiada Teman Dan Tiada Kerabat, Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap.. Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku

Hari Ini,…. Akan Kutunjukan Kepadamu, Kasih Sayang-Ku Yang Akan Takjub Seisi Alam, Aku Akan Menyayangimu, Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya”.

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, “Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah Kepada Tuhan mu, Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya, Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku

Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku”

Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini.

Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut), dan dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda “wakafa bi almauti wa’idha”, artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaranbagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin….

Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja…, Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan  ini… yang benar datangnya dari Allah, kesalahan berasal dari kejahilan hamba-Nya yang dho’if…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.