Penyelidikan geoteknik lapangan dan laboratorium (2)
*ini lanjutan dari artikel sebelum. kali gw mo bahas masalah survey tanah tapi yang di bawah permukaan. bahasannya yg mudah2 aja yah, hehehe…
2. Survey Bawah Permukaan – Survey bawah permukaan merupakan survey yang meliputi beberapa hal berikut:
- Hand Boring
- Sondir (DCPT)
- Coring
here we go..
- HAND BOR a.k.a Pengeboran tangan.
Metode pemboran ini adalah metode untuk mendapatkan keadaan bawah pernukaan tanah dengan cara mengebor, dioperasikan dengan tenaga manusia yaitu dengan cara memutar mata bor tanah dengan menggunakan rod (pipa bor) yang terbatas hingga maksimum kedalaman 6 m sampai 10 m atau kurang tergantung tenaga menusia yang memutar bor tersebut (wekss..)
Karena keterbatasan kedalaman yang dapat dicapai dengan metode ini sekitar 6m – 10m, maka metode ini cocok digunakan untuk pengetesan pada pembangunan rumah, ruko, bangunan bertingkat rendah, dan bangunan yang tidak terlalu besar lainnya.
Peralatan yang digunakan :
• Mata bor tanah (nama noraknya Iwan/Bangka)
• Stang Bor Per 1m
• Pemutar dan T konektor
Hasil yang diperoleh :
• Stratifikasi tanah dengan hasil tanah yang terambil
• Sampel tanah Disturbed
- SONDIR a.k.a DCPT alias Tes Penusukkan Kerucut Londo
Sondir atau nama lainnya Ducth Cone Penetration Test atau Cone Penetration Test adalah metode pengetesan tanah dengan menggunakan cone pada ujung alat ini. Besarnya cone yang digunakan dapat diubah-ubah tergantung kebutuhannya atau jenis tanah tersebut.
Dari uji ini dapat didapat 3 data yaitu,
1) Cone Resistance (qc)
2) Friction (fc)
3) Total Friction (Tfc)
hasil grafik yang dihasilkan pada Cone Penetration Test, terlihat ada grafik yang berbentuk zigzag pada kedalaman tertentu dan ada grafik yang lebih lembut (smooth) -*lembut??!!- pada kedalaman tertentu, hal ini mengganbarkan jenis tanah yang ada pada kedalam tersebut. Jika terlihat grafik membentuk zigzag itu berarti lebih condong kebentuk tanah pasir, tetapi jika grafik lebih membentuk garis yang lebih lembut, hal ini menunjukan pada kedalaman tersebut jenis tanah lebih cenderung ke jenis tanah lempung. Hal ini disebabkan karena partikel pada pasir lebih besar dari pada lempung.
-CORING a.k.a Pengeboran Inti
Berasal dari kata Core (bukan cor), Pekerjaan pemboran inti dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh data geologi teknik bawah permukaan tanah (insitu testing) yang akan digunakan untuk analisa geologiteknik dengan melalui pengujian lapangan dan laboratorium. Pada setiap pemboran inti diusahakan agar perolehan contoh inti tanah (Core recovery) mencapai 100%. Core Recovery itu sendiri artinya adalah presentasi tanah/batuan yang diperoleh selama proses pengeboran. Urutan stratigrafi tanah yang diperoleh sangat tergantung dari core recovery-nya.
Pengeboran pada setiap lokasi akan dilaksanakan dengan distribusi dan kedalaman yang disesuaikan dengan kondisi geologi tekniknya. Tetapi jika dibutuhkan pengeboran dapat dilakukan lebih dalam lagi bila terjadi keraguan pengambilan sampel, misalnya terjadinya ketidakseragaman jenis tanah. Pengambilan contoh inti pemboran dilakukan dengan peralatan tabung penginti “single”, ”double” ataupun ”triple” core barrel, tergantung kebutuhannya. Yang membedakannya adalah tabung pelapis luarnya saja, contohnya pada pengambilan tanah, tanah pada bagian tengah core barrel tidak akan terganggu (undisturbed) sedangkan pada bagian pinggiran core barrelnya akan terjadi disturbed sample. Mata bor yang digunakan juga tergantung pada kondisi tanah yang akan dibor. Untuk type soil akan digunakan mata bor Tungsten atau Steel Bit dan untuk type batuan digunakan Diamond Bit.
dahhh.. segitu dulu… klo ada pernyataan dan pertanyaan gw tampung dulu deh (kayak baskom aja,hehehe..)
makaseehhhh
Recent Comments